Masyarakat Pulau Untung Jawa Masih Perlu Bantuan Pemberdayaan

0 komentar
Islamedia - Jumlah ikan yang semakin sedikit menyebabkan sebagian besar masyarakat Pulau Untung Jawa harus memikirkan mata pencarian di bidang lainnya. Saat ini, potensi wisata Pulau Untung yang tengah digali pemerintah menjadi satu kesempatan baik bagi masyarakat di sana untuk memperoleh pendapatan selain menjadi nelayan.

"Namun sebagian masyarakat Pulau Untung masih memerlukan bimbingan pemberdayaan agar mereka bisa memanfaatkan potensi pulau ini dengan lebih optimal, mulai dari pendidikan, perekonomian hingga lingkungan. Kan sayang kalau potensi ada, tapi kita nggak bisa memanfaatkannya dengan baik," tutur Direktur PT Nusantara Regas Hendra Jaya dalam acara peluncuran program Pemberdayaan Masyarakat Pulau Untung Jawa, Senin (19/8).

Menurut Hendra upaya untuk memberdayakan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan seluruh elemen masyarakat. Hal itu bertujuan agar upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia lebih cepat terwujud.

"Semua perusahaan di Indonesia berkesempatan untuk membantu percepatan terwujudnya pemberdayaan Indonesia melalui program CSRnya. Bantuan bisa diberikan untuk membantu beragam aspek mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan," ungkap Hendra.

Dari Rumah Baca Hingga Revitalisasi Taman

Sebagai wujud partisipasi pemberdayaan masyarakan Indonesia di Pulau Untung, PT. Nusantara Renggas bekerjasama dengan Rumah Zakat menyalurkan beragam bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, hingga lingkungan. Di bidang pendidikan, PT Nusantara Renggas membangun Rumah Baca dan Pintar serta pemberian bangku dan meja untuk dua madrasah di Pulau Untung.

Di bidang kesehatan, disalurkan program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak) yang bertujuan mengembalikan dan meningkatkan fungsi kinerja Posyandu di Pulau Untung. "Rencananya program SEHATI ini akan dilaksanakan di 3 Posyandu di Pulau Untung selama 1 tahun," tutur CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Sementara itu di bidang pemberdayaan, PT Nusantara Renggas memberikan bantuan tenda bagi pedagang kecil, perapihan tempat berjualan, serta pelatihan pariwisata bagi mereka. Adapun di bidang lingkungan, akan dilakukanlah perbaikan taman kota, perbaikan tempat sampah, penanaman tanaman hias dan pohon. (Agustin Santriana)

Poskan Komentar

Liburan di Pulau Seribu (P. Untung Jawa)

0 komentar
Saya mempunyai beberapa sahabat yang saya kenal sewaktu di SMA. Kami sering berwisata bersama saat liburan sekolah sampai kemarin disaat liburan kuliah. Saat liburan kuliah kemarin, kami bersama-sama liburan ke salah satu kepulauan 1000. Sebelum berangkat kami malamnya berkumpul di Basecame. Kami berencana menginap disana selama satu malam. Pada pagi harinya kami berangkat menuju ke Tanujung Pasir, disana tempat dermaga penyebrangan. Saat sampainya dipelabuhan kami bernegosiasi dengan salah satu pemilik kapal  yang akan mengantar  kami ke salah satu pulau yg berada dikepulauan 1000. Nama pulau itu adalah Pulau Untung Jawa.

Setelah negosiasi selesai kami segera menaiki kapal. Saat menyebrang saya bersama dua teman saya sempat duduk diujung depan kapal. Angin yang berhembus kewajah saya membuat saya tidak sabaran ingin cepat-cepat sampai dipulau itu. Saatnya sampai dipulai, saya pikir pula ini tidak berpenduduk.
Ternyata pulau ini memiliki penduduk sekitar 600 jiwa. Ditengah-tengah pulau padat dengan rumah penduduk.

Kami langsung mencari tempat penginapan.Setelah beberapa jam kami mencari penginapan, tanpa sadar kami sudah mengelilingi setengah dari pulau itu. Huh cape juga, akhirnya kami dapat penginapan juga. Kami menginap disalah satu rumah penduduk yang memang sengaja disewakan oleh pemiliknya. Setelah sampai dipenginapan kami istirahat. Sore harinya kami bersama-sama menuju ketepian pantai. Saya pikir dipantai rame akan penduduk, dan ternyata dipantai hanya ada saya dan teman-teman saya. Serasa dipulau sendiri, hhe... Pantainya masih alami dengan pasir yang putih dan air laut yang bening. Saat berenang sambil menunggu sunset ternyata pantai yang kami tempati membelakangi matahari. Terpaksa kami berjalan mealui pinggiran pantai menuju pantai Barat. Dalam perjalanan kami melewati hutan bakau yang lebat dan penuh dengan sampah-sampah pakaian pria & wanita yang tebawa oleh ombak. Saya menemukan sebuah cap yang bertulisakan Lampung, dan saya pikir sampah-sampah pakaian yang berada dihutan bakau berasal dari Lampung. Wow jauh juga yaa.. Setelah keluar dari hutan bakau kami langsung melihat bulatnya matahari yang hampir akan terbenam. Indahnya melihat matahai disore hari yang akan terbenam dengan langit yang berwarna merah kehitaman. Kami duduk dipinggiran pantai sambil menyaksikan indahnya sunset. Setelah matahari terbenam kami kembali ke penginapan.

Sampainya dipenginapan kami mandi dan segera mencari makan malam. Setelah makan malam kami menyempatkan diri untuk duduk dipinggir pantai untuk merasakan angin sejuknya angin laut dimalam hari. Kembalinya kami kepinginapan, kami mencanakan untuk bangun pagi agar bisa melihat sunrise. Pagi harinya hujan turun dan kami tidak dapat melihat matahari terbit. Setelah hujan berhenti kami segera sarpan pagi. Kami makan didekat dermaga sambil menghirup angin laut yang sejuk dipagi hari. Setelah selesai makan kami lansung menuju pantai yang bisa menjadi tempat berenang. Kami berenang sampai tidak terasa mataharipun sudah diatas kepala, kami pun segera menyudahinya. Kami kembali kepenginapan untuk bersiap-siap membereskan barang bawaan. Sebelumnya keluar dari tempat penginapan kami masih mempunyai beberapa jam waktu untuk istirahat.

Setelah istirahat cukup kami langsung  keluar dari tempat penginapan. Sebelum kedermaga kami menyempatkan untuk makan siang terlebih dahulu. Selesai makan siang kami langsung menuju kedermaga. Didermaga penuh dengan wisatawan yang datang maupun yang akan pulang.Semua kapal terlihat penuh, saya melihat sebuah kapal tua yang sepi dari penumpang. Saya langsung bernegosiasi dengan pemilik kapal. Saat menyebrang kapal tua itu terasa sudah tidak layak pakai lagi, kapal yang lain dengan penumpang yang banyakpun dapat mendahului kapal yang saya tumpangi. Tapi saya tetap menikmati penyebrangan itu.

Sampainya di Tanjung pasir kami langsung menuju Basecame. Setelah beberapa saat kami istirat diBasecame dan bercerita-cerita kami langsung pulang kerumah masing-masing.

sumber: http://rangga-rakagama.blogspot.com/2009/10/liburan-di-pulau-1000.html


Poskan Komentar

Si Cantik di Dekat Jakarta

2 komentar
detikTravel Community - Tahukah Anda, ada pulau cantik yang terletak tak jauh dari Jakarta. Inilah Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu yang punya segala keindahan, dari bawah laut, pantai, hingga hutan bakau. Untuk ke ke sana pun, tidaklah mahal.

Siapa sangka, Pulau Untung Jawa adalah pulau cantik di dekat Jakata. Tak perlu modal besar, pulau ini bisa Anda datangi dengan biaya ala backpacker.

Bagaimana cara menuju Pulau Untung Jawa? Ada dua cara, yaitu dari Muara Angke dan dari Tanjung Pasir, Tangerang. Saya memilih untuk lewat Tanjung Pasir, karena jaraknya lebih dekat. Dengan menggunakan sepeda motor, kurang lebih saya menempuh 30 menit untuk sampai ke Tanjung Pasir. Sesampainya di Tanjung Pasir, lalu memarkirkan motor di pangkalan TNI AL dengan membayar Rp 15.000 untuk 2 orang dan 1 motor.

Setelah motor diparkirkan, biasanya ada yang langsung menawarkan kita untuk menyeberang ke Pulau Untung Jawa dengan perahu boat. Mereka mematok harga sekitar Rp 25.000 (pp).

Tapi karena saya tawar, akhirnya kami mendapat harga Rp 20.000 (pp) untuk 1 orangnya. Perjalanan dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa memakan waktu 30-45 menit dengan menggunakan perahu boat itu.

Sesampainya di Pulau Untung Jawa, laut yang masih biru pun menyambut kedatangan saya. Setiap sudut pulaunya saya jelajahi. Ternyata, banyak sekali pemandangan cantik di sini!

Bagi Anda yang suka berfoto-foto, dijamin puas. Tak hanya laut biru dan pantai berpasir putih, ada juga hutan bakau yang bagus dan sepi.

Perahu boat biasanya menjemput lagi pada sore hari untuk menjumput penumpang kembali ke Tanjung Pasir. Bila Anda ingin menginap di Pulau Untung Jawa, ada banyak homestay di sana. Harga per malamnya sekitar Rp 250.000 untuk 2-4 orang per kamarnya. Tak perlu banyak keluar uang, masih banyak keindahan yang bisa Anda jelajahi di sekitar Jakarta.


2 comments

Poskan Komentar