Minggu, 15 September 2013

Pulau Untung Jawa "Alternatif Wisata di Ibukota"


Kali ini saya akan menulis tentang salah satu tempat wisata yang cukup menarik di sekitaran Ibukota Jakarta. Pulau Untung Jawa merupakan pulau di dalam gugusan Kepulauan Seribu yang masuk kedalam wilayah administrasi Ibukota Jakarta. Biasa saya jika berkunjung ke pulau ini hanya satu hari pulang-pergi (one day trip). Sebernarnya saya sudah beberapa kali mengunjungi pulau ini. Namun, baru kali ini berkesempatan menulisnya dalam rangka berbagi tempat wisata yang menarik bagi para pembaca.

Rute perjalanan menuju pulau ini sangat mudah dijangkau dari Ibukota Jakarta. Kebanyakan para wisatawan menuju daerah Tanjung Pasir, Tangerang, untuk menyebrang ke pulau tersebut. Jika mengingat kediaman saya di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan, saya menggunakan rute Ciledug - Cipondoh - Neglasari - Teluk Naga - Tanjung Pasir. Dapat ditempuh 1,5 sampai 2 jam perjalanan tergantung kondisi lalu lintas.

Sesampainya di Tanjung Pasir, kita bisa menitipkan motor di tempat parkir yang sudah dikelola oleh masyarakat disana. Biaya parkir Rp.10.000/motor berapa pun lamanya, bahkan jika berniat menginap di pulau harga parkir tetap sama.

Kemudian dari tempat parkir kita berjalan menuju pinggir pantai. Biasanya sudah banyak para pemilik kapal atau ABK kapal yang menawarkan jasa untuk penyebrangan ke pulau-pulau di dalam gugusan Kepulauan Seribu. Misalnya Pulau Bidadari, Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, dll. Untuk menuju Pulau Untung Jawa, harga kapal penyebrangan Rp.10.000/orang, tetapi biasanya para pemilik kapal meminta pembayaran 2 kali lipatnya sebab mereka akan menjemput kembali pada saat kepulangan kita dari Pulau Untung Jawa.

Penyebrangan dari Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa memakan waktu -/+ 30 menit. Selama perjalanan di tengah laut kadang kita melihat segerombolan burung laut yang terbang melintas di depan kapal kita. Pemandangan yang luar biasa bagi saya jika melihat segerombolan burung tersebut. Sekitar 15 menit lepas dari pantai Tanjung pasir, air laut yang agak keruh berubah sedikit membiru dan kelihatan bersih. Dari sana sudah nampak terlihat Pulau Untung Jawa.

Setelah kapal menepi di dermaga Pulau Untung Jawa, kita disambut oleh hamparan pantai berpasir putih yang cukup indah. Dengan air laut yang jernih dan berwarna hijau tosca bersama ombak yang tenang mengulung menambah nilai keindahan tempat yang dapat anda gunakan bermain sepeda dan banana boat

Pulau Untung Jawa adalah sebuah pulau berpenduduk, disana terdapat sebuah perkampungan yang menurut saya cukup tertata rapih dan bersih. Di sana banyak penginapan yang cukup murah, banyak juga rumah-rumah yang disulap menjadi toko cinderamata, rumah makan, serta tempat penyewaan alat snorkeling dan sepeda.

Penduduk di pulau ini juga sangat ramah terhadap pengunjung. Pernah suatu ketika teman saya terkena Bulu Babi / Landak laut (Echinoidea), penduduk setempat langsung menangani dan memberi obat untuk teman saya.

Jika saya berkunjung ke tempat ini biasanya saya selalu menyempatkan diri untuk bermain Banana Boat. Harga untuk bermain Banana Boat adalah Rp.25.000/orang. Setelah itu kami berenang di tepian pantai yang berombak tenang. Akan tetapi kita harus waspada dengan Landak Laut / Bulu Babi yang masih banyak di pantai ini. Pasir pantai ini sedikit kasar dengan banyaknya pecahan-pecahan karang yang terbawa ombak.

Setelah puas bermain air, saya selalu membuka bekal yang telah saya bawa dari rumah. Karena jika ke pulau ini saya selalu pulang-pergi (one day trip) jadi saya selalu membawa bekal untuk mengirit biaya pengeluaran. Wisata di Pulau Untung Jawa ini terbilang cukup terjangkau dari sisi transportasi maupun biaya yang dikeluarkan di pulau. Kalau pun menginap saya perkirakan harga penginapan Rp.150.000-Rp.200.000/malam yang bisa di-share atau patungan dari beberapa teman agar tidak terasa mahal.

Pukul 17.00 adalah waktu saya untuk meninggalkan pulau yang sebelumnya berjanjian dengan pemilik kapal jika kami akan kembali pada pukul 17.00. Biasanya sang pemilik kapal sudah menunggu di dermaga. Pukul 17.00 adalah waktu yang tepat untuk kembali. Di tengah perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan matahari terbenam di ufuk barat. Dan juga kita akan menyaksikan atraksi alam berupa burung-burung laut yang terbang melintasi kapal kita.

Sore hari sepertinya arus laut berubah, sehingga kita akan terasa lama sekali di kapal. Selain itu juga gelombang agak sedikit tinggi. Pernah sekali pengalaman saya pulang sore hari, gelombang begitu tinggi sehingga kapal miring seakan terguling ke samping, serentak orang-orang seisi kapal panik semua.

Itulah pengalaman saya bermain di Pulau Untung Jawa. Menurut saya ini adalah tempat wisata yang cukup menarik di sekitaran Ibukota. Mengingat tempat wisata di Ibukota yang terkesan "itu-itu saja", pulau ini wajib dikunjungi. Terima Kasih !! Salam Lestari. .!! Sampai Junpa di Perjalanan Si Janu Lainnya . . !!

sumber: http://www.janu-jalanjalan.com/2013/04/pulau-untung-jawa-alternatif-wisata-di.html

PT Nusantara Regas Submits CSR Program 2013 in Pulau Untung Jawa

Jakarta –PT Nusantara Regas (NR) was held corporate social program (CSR) 2013, giving aid event to people of Pulau Untung Jawa. The company has 4 programs as follow: Education, Health, Environment, Infrastructure and Empowerment.

Those 4 programs are delivered by Main Director whom represented by Director of Finance & Administration PT Nusantara Regas, Sri Budi Mayaningsih to regent of Kepulauan Seribu whom represented by Assistant Regent Kepulau Seribu Aspect Development Economic, H.M. Andi, at Auditorium Pulau Untung Jawa-Kepulauan Seribu, witnessed by Village Chief and Local Government Kepulau Seribu along with people, Monday (19/8).

Sri Budi Mayaningsih said that since two years before, in the year 2011 and 2012 NR has joined together with people of Pulau Untung Jawa to delivered social program.

“Even though the CSR activity has delivered for two years, but we feel it’s not maximal to fulfill the hope of Pulau Untung Jawa peope, due to limitation and consolidate with the share holder,” said Maya.

Further, this aid is the concrete concern NR to people around its scope of work. We hope people are supporting this program in order to achieve maximal.

Several programs that have been carried out at Pulau Untung Jawa in year 2012 such as the drowning of 20 colonies of fish apartement in 5 spots around Pulau Untung Jawa; The planting of 10,000 mangrove tree worth IDR 350,000; the donation of six computer and printer set; renovation of Mosque Al-Ikhwan worth IDR 150,000; and the distribution of 200 package of daily needs @IDR 225,000 for 200 orphan families at Pulau Untung Jawa.

CSR PROGRAM

In year 2013, PT Nusantara Regas will execute social program which consist of: Education – donation for library with 250 book package contain of 10 genres with 25 piece each and donation for Madrasah Diniyah Ubaidillah.

Health – Dental clinic for 300 students of SDN 01 Pulau Untung Jawa; Mother and Child (Sehati) program, giving additional food and counseling for Posyandu’s cadet.

Bidang Pemberdayaan – dengan memberikan pelatihan pariwisata untuk 20 orang dan bantuan 20 unit tenda pedagang yang akan dipasang di area usaha PUJ.

Empowerment – By giving tourism training for 20 persons and donation of 20 merchant tents which will be set in PUJ business area.

Environment – Repairing City Park and reforestation by planting productive tree such as breadfruit, which hope become PUJ’s signature food product.

The estimation of CSR program in 2013 worth of IDR 900,000 by financial support from its main company. The implementation of the program will be working together with the other subsidiary company of Pertamina, which are Pertamina Bina Medika and Pertamina Training & Consulting.

Meanwhile, the Assistant Regent Kepulauan Seribu H.M Andi urges people of Pulau Untung Jawa to support for PT Nusantara Regas to keep safe Nusantara Regas operation area in the form of FSRU ship and surrounding area. “Because PT Nusantara regas is company formed by government made for solving the increase of BBM price in order to fulfill PLN needs, and PT Nusantara Regas has given solution through GAS which its price cheaper than BBM and already distribute to PLN Muara Karang and Tanjung Priok. Therefore PT Nusantara Regas has made the APBN subsidy for the country increase significantly,” he said.

sumber: http://www.nusantararegas.com/pt-nusantara-regas-submit-csr-program-in-2013-on-the-untung-jawa-island/

Rabu, 21 Agustus 2013

Masyarakat Pulau Untung Jawa Masih Perlu Bantuan Pemberdayaan

Islamedia - Jumlah ikan yang semakin sedikit menyebabkan sebagian besar masyarakat Pulau Untung Jawa harus memikirkan mata pencarian di bidang lainnya. Saat ini, potensi wisata Pulau Untung yang tengah digali pemerintah menjadi satu kesempatan baik bagi masyarakat di sana untuk memperoleh pendapatan selain menjadi nelayan.

"Namun sebagian masyarakat Pulau Untung masih memerlukan bimbingan pemberdayaan agar mereka bisa memanfaatkan potensi pulau ini dengan lebih optimal, mulai dari pendidikan, perekonomian hingga lingkungan. Kan sayang kalau potensi ada, tapi kita nggak bisa memanfaatkannya dengan baik," tutur Direktur PT Nusantara Regas Hendra Jaya dalam acara peluncuran program Pemberdayaan Masyarakat Pulau Untung Jawa, Senin (19/8).

Menurut Hendra upaya untuk memberdayakan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan seluruh elemen masyarakat. Hal itu bertujuan agar upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia lebih cepat terwujud.

"Semua perusahaan di Indonesia berkesempatan untuk membantu percepatan terwujudnya pemberdayaan Indonesia melalui program CSRnya. Bantuan bisa diberikan untuk membantu beragam aspek mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan," ungkap Hendra.

Dari Rumah Baca Hingga Revitalisasi Taman

Sebagai wujud partisipasi pemberdayaan masyarakan Indonesia di Pulau Untung, PT. Nusantara Renggas bekerjasama dengan Rumah Zakat menyalurkan beragam bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, hingga lingkungan. Di bidang pendidikan, PT Nusantara Renggas membangun Rumah Baca dan Pintar serta pemberian bangku dan meja untuk dua madrasah di Pulau Untung.

Di bidang kesehatan, disalurkan program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak) yang bertujuan mengembalikan dan meningkatkan fungsi kinerja Posyandu di Pulau Untung. "Rencananya program SEHATI ini akan dilaksanakan di 3 Posyandu di Pulau Untung selama 1 tahun," tutur CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Sementara itu di bidang pemberdayaan, PT Nusantara Renggas memberikan bantuan tenda bagi pedagang kecil, perapihan tempat berjualan, serta pelatihan pariwisata bagi mereka. Adapun di bidang lingkungan, akan dilakukanlah perbaikan taman kota, perbaikan tempat sampah, penanaman tanaman hias dan pohon. (Agustin Santriana)

Selasa, 13 Agustus 2013

Liburan di Pulau Seribu (P. Untung Jawa)

Saya mempunyai beberapa sahabat yang saya kenal sewaktu di SMA. Kami sering berwisata bersama saat liburan sekolah sampai kemarin disaat liburan kuliah. Saat liburan kuliah kemarin, kami bersama-sama liburan ke salah satu kepulauan 1000. Sebelum berangkat kami malamnya berkumpul di Basecame. Kami berencana menginap disana selama satu malam. Pada pagi harinya kami berangkat menuju ke Tanujung Pasir, disana tempat dermaga penyebrangan. Saat sampainya dipelabuhan kami bernegosiasi dengan salah satu pemilik kapal  yang akan mengantar  kami ke salah satu pulau yg berada dikepulauan 1000. Nama pulau itu adalah Pulau Untung Jawa.

Setelah negosiasi selesai kami segera menaiki kapal. Saat menyebrang saya bersama dua teman saya sempat duduk diujung depan kapal. Angin yang berhembus kewajah saya membuat saya tidak sabaran ingin cepat-cepat sampai dipulau itu. Saatnya sampai dipulai, saya pikir pula ini tidak berpenduduk.
Ternyata pulau ini memiliki penduduk sekitar 600 jiwa. Ditengah-tengah pulau padat dengan rumah penduduk.

Kami langsung mencari tempat penginapan.Setelah beberapa jam kami mencari penginapan, tanpa sadar kami sudah mengelilingi setengah dari pulau itu. Huh cape juga, akhirnya kami dapat penginapan juga. Kami menginap disalah satu rumah penduduk yang memang sengaja disewakan oleh pemiliknya. Setelah sampai dipenginapan kami istirahat. Sore harinya kami bersama-sama menuju ketepian pantai. Saya pikir dipantai rame akan penduduk, dan ternyata dipantai hanya ada saya dan teman-teman saya. Serasa dipulau sendiri, hhe... Pantainya masih alami dengan pasir yang putih dan air laut yang bening. Saat berenang sambil menunggu sunset ternyata pantai yang kami tempati membelakangi matahari. Terpaksa kami berjalan mealui pinggiran pantai menuju pantai Barat. Dalam perjalanan kami melewati hutan bakau yang lebat dan penuh dengan sampah-sampah pakaian pria & wanita yang tebawa oleh ombak. Saya menemukan sebuah cap yang bertulisakan Lampung, dan saya pikir sampah-sampah pakaian yang berada dihutan bakau berasal dari Lampung. Wow jauh juga yaa.. Setelah keluar dari hutan bakau kami langsung melihat bulatnya matahari yang hampir akan terbenam. Indahnya melihat matahai disore hari yang akan terbenam dengan langit yang berwarna merah kehitaman. Kami duduk dipinggiran pantai sambil menyaksikan indahnya sunset. Setelah matahari terbenam kami kembali ke penginapan.

Sampainya dipenginapan kami mandi dan segera mencari makan malam. Setelah makan malam kami menyempatkan diri untuk duduk dipinggir pantai untuk merasakan angin sejuknya angin laut dimalam hari. Kembalinya kami kepinginapan, kami mencanakan untuk bangun pagi agar bisa melihat sunrise. Pagi harinya hujan turun dan kami tidak dapat melihat matahari terbit. Setelah hujan berhenti kami segera sarpan pagi. Kami makan didekat dermaga sambil menghirup angin laut yang sejuk dipagi hari. Setelah selesai makan kami lansung menuju pantai yang bisa menjadi tempat berenang. Kami berenang sampai tidak terasa mataharipun sudah diatas kepala, kami pun segera menyudahinya. Kami kembali kepenginapan untuk bersiap-siap membereskan barang bawaan. Sebelumnya keluar dari tempat penginapan kami masih mempunyai beberapa jam waktu untuk istirahat.

Setelah istirahat cukup kami langsung  keluar dari tempat penginapan. Sebelum kedermaga kami menyempatkan untuk makan siang terlebih dahulu. Selesai makan siang kami langsung menuju kedermaga. Didermaga penuh dengan wisatawan yang datang maupun yang akan pulang.Semua kapal terlihat penuh, saya melihat sebuah kapal tua yang sepi dari penumpang. Saya langsung bernegosiasi dengan pemilik kapal. Saat menyebrang kapal tua itu terasa sudah tidak layak pakai lagi, kapal yang lain dengan penumpang yang banyakpun dapat mendahului kapal yang saya tumpangi. Tapi saya tetap menikmati penyebrangan itu.

Sampainya di Tanjung pasir kami langsung menuju Basecame. Setelah beberapa saat kami istirat diBasecame dan bercerita-cerita kami langsung pulang kerumah masing-masing.

sumber: http://rangga-rakagama.blogspot.com/2009/10/liburan-di-pulau-1000.html

Si Cantik di Dekat Jakarta

detikTravel Community - Tahukah Anda, ada pulau cantik yang terletak tak jauh dari Jakarta. Inilah Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu yang punya segala keindahan, dari bawah laut, pantai, hingga hutan bakau. Untuk ke ke sana pun, tidaklah mahal.

Siapa sangka, Pulau Untung Jawa adalah pulau cantik di dekat Jakata. Tak perlu modal besar, pulau ini bisa Anda datangi dengan biaya ala backpacker.

Bagaimana cara menuju Pulau Untung Jawa? Ada dua cara, yaitu dari Muara Angke dan dari Tanjung Pasir, Tangerang. Saya memilih untuk lewat Tanjung Pasir, karena jaraknya lebih dekat. Dengan menggunakan sepeda motor, kurang lebih saya menempuh 30 menit untuk sampai ke Tanjung Pasir. Sesampainya di Tanjung Pasir, lalu memarkirkan motor di pangkalan TNI AL dengan membayar Rp 15.000 untuk 2 orang dan 1 motor.

Setelah motor diparkirkan, biasanya ada yang langsung menawarkan kita untuk menyeberang ke Pulau Untung Jawa dengan perahu boat. Mereka mematok harga sekitar Rp 25.000 (pp).

Tapi karena saya tawar, akhirnya kami mendapat harga Rp 20.000 (pp) untuk 1 orangnya. Perjalanan dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa memakan waktu 30-45 menit dengan menggunakan perahu boat itu.

Sesampainya di Pulau Untung Jawa, laut yang masih biru pun menyambut kedatangan saya. Setiap sudut pulaunya saya jelajahi. Ternyata, banyak sekali pemandangan cantik di sini!

Bagi Anda yang suka berfoto-foto, dijamin puas. Tak hanya laut biru dan pantai berpasir putih, ada juga hutan bakau yang bagus dan sepi.

Perahu boat biasanya menjemput lagi pada sore hari untuk menjumput penumpang kembali ke Tanjung Pasir. Bila Anda ingin menginap di Pulau Untung Jawa, ada banyak homestay di sana. Harga per malamnya sekitar Rp 250.000 untuk 2-4 orang per kamarnya. Tak perlu banyak keluar uang, masih banyak keindahan yang bisa Anda jelajahi di sekitar Jakarta.

Rabu, 19 Juni 2013

Bersandar Di Pulau Untung Jawa

Mengawali perjalanan wisata di tahun 2013 ini, AKU dan seorang teman merencanakuan perjalanan wisata pada pertengahan bulan Maret 2013 menuju Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu DKI Jakuarta. Pulau yang memiliki luas sekitar 40 Ha ini memiliki keindahan yang eksotis. Pesisir pantai yang bersih, pemandangan hutan mangrove yang indah dan penduduk yang ramah adalah salah satu bagian dari enakunya berwisata di Pulau Untung Jawa ini.

Pulau Untung Jawa memiliki akuses perjalanan yang mudah, dapat di tempuh melalui Pantai Tanjung Pasir, Muara Angke atau Pantai Marina Ancol.

Berikut cerita perjalanan AKU menuju Pulau Untung Jawa :

Pagi itu langit begitu cerah, AKU dan Taufik sudah siap - siap untuk berangkat menuju Pulau Untung Jawa. kami pun berangkat dengan mengendarai sepeda motor menuju Pantai Tanjung Pasir melalui jalur Bandar udara Soekarno Hatta dan keluar di pintu M1. Kami pun sempat mampir di salah satu swalayan untuk membeli beberapa makuanan ringan dan minuman untuk persediaan. Tidaku lupa kami pun membawa bekal untuk makuan siang nanti disana.

Setelah melewati Pasar kampung Melayu, AKU menyakusikan beberapa pemandangan sawah disusul dengan tambaku ikan yang di budidayakuan oleh masyarakuat di sana. Kami pun berbarengan dengan beberapa rombongan yang hendaku pergi menuju Pantai Tanjung Pasir dan menuju Pulau Untung Jawa.

Perjalanan ditempuh sekitar kurang lebih 1 setengah jam dari Kalideres Jakuarta Barat  menuju pantai Tanjung Pasir, setelah kami sampai di pintu masuk Pantai Tanjung Pasir kami pun memarkir kendaraan di tempat parkir yang disediakuan dan membayar uang  masuk dan parkir kendaraan sebesar Rp. 10 ribu rupiah.

Selagi kami memarkir kendaraan di tempat parkir, tiba - tiba datang lah seseorang  yang menawarkan untuk menyebrang ke pulau Untung jawa dengan kapal orang tersebut, kami pun bertanya tentang harganya, ternyata hanya 20 ribu per orang untuk PP.

Kapal menuju Pulau Untung Jawa yang hendaku kami naiki mampu membawa penumpang lebih dari 30 orang, wal hasil kami harus menunggu penumpang lain. Sekitar setengah jam akuhirnya kapal pun mulai untuk diberangkatkan.

Suasana Pantai Tanjung Pasir

Kapal pun melaju perlahan meninggalkan Pantai Tanjung Pasir menuju Pulau Untung  Jawa, hamparan laut yang luas nan indah serta tampakunya dari kejauhan beberapa deretan pulau yang berada dalam kep. seribu adalah pemandangan yang bisa kita nikmati di atas kapal disertai dengan angin yang laut yang sepoi - sepoi kala itu membuat perjalanan yang murah meriah kali ini menambah semangat kami untuk segera sampai di Pulau Untung Jawa.

Pulau Untung Jawa pun mulai terlihat semakuin dekat dan jelas, perjalanan ditempuh sekitar setengah jam lebih untuk menuju pulau ini. Kami pun mulai melangkahkan kakui kami ke dermaga di pulau ini dan bersiap untuk menjelajah di pulau ini, namun pemilik kapal berpesan sebelum meninggalkan kami bahwa kami akuan di jemput sekitar pukul 4 sore nanti di dermaga ini untuk kembali ke pantai Tanjung Pasir.

Setelah meninggalkan dermaga secara perlahan kami pun mulai melangkah untuk menyusuri pesisir pantai di pulau ini. Sungguh ini pemandangan di pantai ini, air nya juga jernih " celetuk Topik yang takujub melihat pantai ini". Kami pun terus menyusuri pantai ini hingga kami lupa bahwa kami telah jauh  dari dermaga. Sesekali kami istirahat di salah satu pendopo/ saung yang banyaku berada di pinggir pantai sebagai fasilitas yang disediakuan bagi para wisatawan untuk istirahat sambil memandang ke arah lautan.

Selagi kami istirahat datanglah seorang yang menawarkan permainan air kepada kami seperti banana boat, jetsky dan snorkeling di pantai ini, sayangnya kami berniat hanya view saja di pulau ini dan kami tidaku membawa pakuaian ganti.

Akuhirnya  kami pun mulai percakuapan dengan orang tersebut mengenai beberapa info di Pulau untung Jawa ini, dari orang tersebut kami mendapatkan info beberapa harga seperti untuk banana boat seharga 30 ribu jika quota  3 -7 orang, untuk snorkeling seharga 50 - 70 ribu jika quota 10 orang, adapun penginapan di sekitar pantai ini seharga 200 - 300 ribu yang mampu diisi untuk 2 - 4 orang.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan di sekitar pantai sambil bermain air serta mencari spot yang bagus untuk mengabadikan momen tersebut dengan beberapa jepretan kamera,  berikut hasil jepretannya :
Karena asyiknya berjalan di tepi pantai dan bermain air di tambah beberapa kali istirahat untuk menikmati makuanan yang kami bawa, wakutu pun cepat berlalu dan sudah menjelang sore. Kami pun bersiap - siap untuk kembali ke dermaga dan menanti datang nya kapal yang akuan membawa kami kembali ke Pantai Tanjung Pasir.

Karena ada beberapa penumpang yang datang terlambat di dermaga, akuhirnya perjalanan pulang mengalami keterlambatan, namun bukan berarti kami harus kecewa dengan hal tersebut, justru kami senang karena bisa melihat sunset di atas kapal di tengah lautan.
Serunya perjalanan ini ternyata mampu membuat kami  menjadi rileks dari akutivitas sehari - hari, jauh dari keramaian dan kebisingan kendaraan kota jakuarta adalah obat untuk tenangnya jiwa.  Jadi kalo ingin wisata murah namun berkualitas untuk daerah Jakuarta dan sekitarnya mungkin pergi ke Pulau Untung Jawa bisa menjadi alternatif.

Rincian Pengeluaran untuk 2 orang
- Isi bensin Rp.10.000
- Bekal makuan siang dan makuanan ringan + minuman Rp. 60. 000
- Tiket masuk + parkir motor Rp. 10. 000
- Biaya naik kapal PP Rp. 40.000

Total Rp.120.000 atau Rp. 60.000 / orang

sumber: http://penawisata.blogspot.com/2013/03/bersandar-di-pulau-untung-jawa.html

Senin, 22 April 2013

Cuma Punya Libur Sehari? Ke Pulau Untung Jawa Saja!


SIAPA bilang di Jakarta tidak bisa main air? Bila Anda adalah tipe orang sibuk yang tak punya banyak waktu istirahat namun ingin rehat sejenak, kunjungi saja Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu.

Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pesisir Jakarta. Pulau indah ini dapat dicapai dengan perahu dari Tanjung Pasir di Tangerang dengan harga Rp10 ribu per orang selama 15 menit. Bisa juga dari Pantai Marina Ancol dengan perahu cepat kira-kira satu setengah jam, harga sewanya Rp150 ribu per perahu yang dapat memuat sekira 20 penumpang.

Pulau Untung Jawa menyediakan wisata watersport serta keindahan alam hutan bakar. Di pulau ini sudah terdapat banyak homestay nyaman yang dapat menjadi akomodasi wisatawan bila ingin menginap.

"Wisata di Pulau Untung Jawa ini wisata alami dan ramah lingkungan. Kami mencoba menyajikan suasana kampung, namun tidak kampungan," kata Ahmad Ludfi, Bupati Kepulauan Seribu.

Memang, sangat terlihat betapa Pulau Untung Jawa sangat menjaga kebersihan lingkungannya. Jalanan pulau ini juga pantainya bersih tanpa sampah. Di sana-sini terdapat tong sampah untuk sampah kering dan basah, serta papan-papan slogan yang mengajak warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami memang tengah mencoba pengolahan sampah organik, serta melarang adanya penggunaan styrofoam untuk menjaga lingkungan," imbuh Ahmad.

Di Pulau Untung Jawa, wisata yang dapat Anda nikmati, antara lain berenang di pantai, banana boat, jetski, menjelajah hutan bakau, dan lain-lain. "Dari Pulau Untung Jawa juga mudah ke pulau-pulau lain, seperti Pulau Onrust atau Pulau Rambut yang banyak hewan liarnya, juga ada peninggalan sejarah," jelasnya.

Di Pulau Untung Jawa, sudah tersedia banyak homestay nyaman. Kisaran harga sewanya antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung fasilitas yang disediakan. Homestay ini berada tidak jauh dari pantai sehingga menambah suasana santai Anda selama berlibur.

"Ke depannya, kami mencoba menjadikan Pulau Untung Jawa sebagai destinasi wisata kelas atas dengan homestay-homestay mewah," tukasnya.

Pulau Untung Jawa juga memiliki tempat penyewaaan sepeda untuk pengunjung berkeliling dengan tarif Rp5.000 per jam dan taman-taman untuk bersantai. Bagi yang ingin melihat keindahan isi lautnya, cobalah snorkeling. Alat sewa snorkeling yang ditawarkan berkisar  Rp20.000 sampai Rp 75.000 per satu set alat per harinya.

Jadi, hanya punya waktu sehari untuk berlibur tapi masih ingin menikmati Jakarta? Tak perlu bingung! Datang saja ke Pulau Untung Jawa dan habiskan waktu bersama keluarga di sana, dengan biaya yang juga murah meriah. Enjoy Jakarta!

sumber: http://travel.okezone.com/read/2012/11/27/408/723987/cuma-punya-libur-sehari-ke-untung-jawa-saja

Minggu, 24 Februari 2013

Nikmati Pesona Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu


JAKARTA, KOMPAS.com - Pulau Untung Jawa merupakan daerah Administrasi Kabupaten Kepulauan Seribu, yang juga merupakan wilayah DKI Jakarta. Dengan luas wilayah mencapai 40 Ha, terdiri dari 9 RT dan 3 RW, Pulau Untung Jawa menyimpan pesona eksotismenya.

Pariwisata dengan pemandangan hutan mangrove, pesisir pantai, dan juga keindahan alamnya bisa dinikmati wisatawan yang ingin berkunjung disana. Jauh dari hiruk pikuk kota, kita bisa merasakan keindahan alam dengan suasana pemandangannya yang menarik. Di sana Anda bisa menikmati Jetsky, kuliner, saung pantai, tempat bersejarah, serta pemandangan sunrise dan sunset-nya.

"Kami mempertahankan keindahan lingkungan, wisata dengan suasana kampung dengan mengantarkan jasa wisata yang sederhana dan masyarakat yang ramah," kata Bupati Kepulauan Seribu, Ahmad Ludfi, kepada wartawan, Sabtu (24/11/2012).

Wisatawan yang berkunjung di Pulau Untung Jawa dapat dimanjakan dengan sejumlah rekreasi. Sejumlah wisata air seperti tempat objek berenang, banana boat, dan hutan bakau, pantai timur, dan tempat bersejarah lain menjadi unggulan pariwisata disana.

Untuk menikmati Pulau Untung Jawa selama berhari-hari, pengunjung tak perlu bingung dengan tempat menginap. Home stay sebagai tempat penginapan bisa diperoleh dengan mudah. Disamping itu, Ludfi mengatakan, lokasi pulau Untung Jawa sangat strategis karena sangat dekat dengan sejumlah pulau lain yang memiliki pesona keindahan lain yang menarik.

"Dari sini juga dekat dengan Pulau Onrust dan Pulau Kelor. Disana ada peninggalan sejarah, seperti benteng, asrama haji dan lainnya juga," ujar Bupati.

Selain itu, lanjut Bupati, wisatawan juga bisa menuju pulau Rambut dengan suasana yang jauh tersentuh dari peradaban dan masih alami, banyak spesies menarik yang bisa dijumpai.

Untuk menuju Pulau Untung Jawa sendiri Anda bisa memulainya dari Pantai Marina Ancol atau melalui pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara yang menyediakan transportasi menuju sejumlah pulau di Kepulauan Seribu,

Kamis, 21 Februari 2013

Ngegembel ke Pulau Untung Jawa


Sekarang Tanjung Pasir semakin ramai. Tidak seperti dulu dimana kapal yang melayani penyeberangan ke Pulau Untung Jawa masih sedikit, bisa saya hitung dengan jari tangan. Sekarang banyak kapal dengan berbagai ukuran siap mengantarkan pengunjung ke Pulau Untung Jawa, tetap dengan tarif yang sama Rp 20.000 pulang pergi.

Ini adalah kedua kalinya saya menjejakkan kaki di Pulau Untung Jawa. Saya sempat kaget melihat perkembangan Pulau Untung Jawa yang semakin bagus, tertata dan jauh lebih bersih dari dua tahun yang lalu. Pantas saja kapal yang melayani penyeberangan semakin banyak karena wisatawan yang berkunjung semakin ramai. Turun di dermaga, saya dan saudara-saudara saya langsung disambut oleh guide-guide yang menawarkan berbagai macam olah raga air. Ada Banana Boat, Donat Boat dan Snorkeling di Pulau Rambut. Setelah berdiskusi dengan alot sampai jotos-jotosan dan teriak-teriak (hehe Lebay..) saya dan saudara-saudara saya mengambil paket Snorkeling di Pulau Rambut dengan tarif Rp 50.000/orang include Guide, Kapal dan peralatan snorkeling.. Let’s go berangkat… tek tek tek tek tek teek (bunyi kapalnya…)

Melihat saudara-saudara saya yang belum pernah snorkeling ada yang nervous, ada yang pengen buang aer bahkan sebelumnya  ada yang tidak mau Snorkeling dengan alasan jadi seksi dokumentasi dari atas kapal. Halaaaah alasan yang tidak bisa saya terima (saya kepala panitia Tour). Semua harus turun ke laut. Qiqiqiq..

Benar kan saya bilang. Snorkeling itu menyenangkan. Ketawa-ketawa kayak orang gila di tengah laut. Walaupun view bawah lautnya tidak sedahsyat di APL Pulau Pari, tempat ini sangat saya recommended bagi pemula yang ingin merasakan sensasi Snorkeling dengan aman. Air lautnya bening dengan ombak yang tenang. Walaupun dalamnya mencapai 2 meter lebih sampai 3 meter tapi di spot ini mempunyai batu-batu coral besar dan tinggi yang bisa kita jadikan tempat pijakan bila merasa lelah. Guide nya selalu siap membantu semua keperluan kita. Anda ingin mencoba?

Lelah Snorkeling tentu kita menjadi lapar. Di Pulau Untung Jawa banyak kios-kios yang menjajakan aneka makanan Sea Food dengan menu Ikan Bakar, Cumi asam manis, udang dan Kepiting saos tiram dan lain-lainnya. Lengkap dengan nasi, lalapan, sayur tumis dan sambalnya. Masalah harga, jangan ditanya. Saingan sama restoran di Pondok Indah Mall. Saya pikir wajarlah karena ongkos transport yang mereka keluarkan lebih mahal karena mereka tinggal di Pulau yang harus nyeberang dengan kapal jika membeli bahan-bahan makanan. Untuk makan siang kali ini kami mengeluarkan budget Rp 191.000 untuk lima orang dengan menu yang lumayan komplit dan sangat mengenyangkan. Setelah kenyang makan, saya dan seorang saudara saya pun kembali menceburkan diri ke laut buat berenang (bukan berenang, tapi berendem qiqiqiq) sedangkan yang lainnya tepar kelelahan.
Sebelum pulang, tentunya tidak sah kalau tidak melakukan ritual foto-foto narsis di pulau ini. Jangan lewatkan hutan bakau yang lebat sekali meskipun banyak sampah-sampah yang nyangkut di akar-akarnya. Foto-foto di tepi dermaga tentu menjadi hal yang wajib. Narsis ria di depan plang papan tulisan Welcome to Untung Jawa Island buat di pajang di Facebook nantinya. Dan tak kalah pentingnya foto-foto di toko souvenir dengan tampang pura-pura polos pingin beli padahal Cuma numpang foto doang habis tu ngacir sambil ketawa-ketawa. Ini dia penampakan orangnya.
Hari sudah menjelang sore, pemilik kapal sudah teriak-teriak kayak di pasar ikan memanggil penumpang untuk pulang ke Tanjung Pasir. Ternyata masih banyak sekali tempat-tempat yang belum kami kunjungi di Pulau ini. Mungkin lain waktu kami akan kembali lagi ke Pulau Untung Jawa dengan pasukan yang lebih banyak . Aamiin… 

For Your Information. Last Up Date 15 November 2012

Parkir dan retribusi masuk Tj. Pasir Mobil : 25.000. Motor : 10.000
Kapal Penyeberangan : 20.000 PP
Paket Snorkeling (include guide, kapal dan perlatan) : 50.000/orang
Paket Banana Boat : 25.000/orang
Paket Donat Boat : 35.000/orang
Penginapan 1 kamar dengan kamar mandi dalem Pake AC : 350.000. Gak Pake AC : 300.00 (bisa nego kalo lg gak rame..)
Sewa tikar : 10.000/lembar (mahal euy…)
Bilas dan ganti baju : 3.000/ember air

sumber: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/11/28/ngegembel-ke-pulau-untung-jawa-511791.html

Senin, 11 Februari 2013

One day trip to Pulau Untung Jawa

By ceritarara

This is my first trip to Pulau Untung Jawa. Once upon a time… (ups)

On shiny Sunday, I was travelling alone (crazy..!) to thousand islands. My plan before was going to Pulau Untung Jawa and Pulau Tidung. But, plan just plan, didn’t work out as my expects. I only could visit Untung Jawa Island a.k.a Pulau Untung Jawa.

Well, I was backpacking alone with public transportations. Here’s the journey began from my home to Untung Jawa Island through Tanjung Pasir port:

I went to Pintu Air, Tangerang by “angkot 02″. Actually, i didn’t know where exactly Pintu air is. Till the driver told me that i had to go down there and continued the trip with another public tranportation (called: elf).  Then.. I asked again to the elf’s driver how to reach Tanjung Pasir Beach, and the driver told me that he would let me know where we would stopped. Ok… so i just enjoyed the trip…

On the way to Tanjung Pasir

That was the picture I got from my way to Tanjung Pasir Port. I couldn’t believe.. there were many people washing clothes in that river.. Nowadays!  Crazy.. coz the water not clean enough.

Anyway back to my journey.. I still had to continue one more public transportation: angkot. Lucky me, just one more angkot.

Arrived in Tanjung Pasir port, I didn’t know what to do. Really..! Well, i remembered there were port guardians asked me money to enter that port and I told them i just wanted to across the sea to Pulau Untung Jawa (i didn’t know they asked me money for the ticket to the trip..! hehe) Finally they let me in without paid anything…!

Arrived at the “kapal motor” (i dont know how it called in English, neither ship or boat) , i just sitting and smiling to the ship’s driver and other passangers. Well, i couldn’t believe i just doing nothing even no asking how or where to pay the tickets. (I didn’t pay for the sailing ticket at that time) hahaha..

Less than 30 minutes, i arrived in Pulau Untung Jawa port. well actually a bit disappointed coz sooooo many trashes there. Bad…


Though that journey.. I have learnt many things.. To keep nature.. People please keep clean anywhere you are. Throw away the trash in the garbage can..!

Finally.. my journey this time… I am seeing the world with the different side. I realize that the world is huge, and I can not be selfish, sometimes.

Remember a quote from Lao Tzu that have deep meaning:

“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao Tzu

Interpreted yourself..!

Cheers..

With Love,

Rachma Rara

from: http://ceritarara.wordpress.com

Liburan akhir pekan ke Pulau Untung Jawa

Jakarta (ANTARA News) - Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu bisa menjadi pilihan tempat bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga atau pasangan.

Pulau seluas 40 hektare dengan 2.068 penduduk itu bisa menjadi pilihan tempat untuk menikmati udara pantai berhutan bakau, setelah sepekan bekerja di kota dengan udara yang sudah tercemar asap jutaan kendaraan bermotor.  

Di Untung Jawa, pengunjung antara lain bisa menikmati beberapa wahana air seperti banana boat dan jetski atau berenang, atau bersepeda keliling pulau, sekalian melihat Tugu Arca yang dibuat tahun 1954 untuk memperingati perpindahan warga Pulau Kelor ke Untung Jawa.

Pengunjung bisa menikmati keseruan naik banana boat dengan tarif Rp50 ribu - Rp65 ribu per orang.

Beberapa pengunjung menyatakan memilih mengunjungi pulau itu untuk berlibur karena lokasinya yang relatif lebih dekat dari Jakarta, bisa ditempuh dalam waktu 15 menit menggunakan kapal tradisional yang disebut perahu kerapu dari Tanjung Pasir, Tangerang.

Myria (25) bersama tujuh rekan kantornya datang dari Jakarta untuk menikmati pantai di Pulau Untung Jawa pada Sabtu. 

"Selain murah, kata orang juga bagus jadi kami coba saja datang kesini untuk liburan, jaraknya juga dekat dari Tangerang," ujarnya.

Bupati Kepulauan Seribu Ahmad Ludfi mengatakan kebanyakan pengunjung Pulau Untung Jawa tertarik dengan pola wisata pulau yang sederhana.

"Kami mempertahankan bangunan tempat tinggal yang sederhana, kelas melati tapi bersih, lingkungannya pun alami, jalan sudah bagus, kami selalu menggunakan barang yang kiranya bisa didaur ulang. Suasananya masih kampung tapi bagus," jelasnya.

Menurut dia, sebagian besar pengunjung datang ke Untung Jawa pada pagi hari dan langsung pulang sore harinya. Ada pula pengunjung yang cuma mampir beberapa waktu untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke pulau yang lain seperti Pulau Onrust dan Pulau Rambut.

Namun bagi pengunjung yang ingin tinggal lebih lama di Untung Jawa, penginapan sudah tersedia di sana. Biaya sewanya relatif terjangkau.

Menurut Ludfi, biaya sewa satu kamar dengan kamar mandi di dalam hanya Rp150 ribu - Rp250 ribu per malam dan sewa rumah berpendingin udara dengan enam kamar tidur sewanya Rp1,5 juta per malam.

Pilihan perjalanan

Beberapa pelaku usaha wisata menawarkan paket wisata harian bagi rombongan ke Untung Jawa dengan ongkos sekitar Rp230 ribu per orang (untuk 50 orang) atau Rp250 ribu per orang (untuk 30 orang).

Pengunjung juga bisa melakukan perjalanan sendiri melalui jalur Kali Adem dan Muara Angke, naik perahu kerapu dengan ongkos Rp32 ribu per orang atau naik kapal dengan ongkos Rp30 ribu per orang dari Tanjung Pasir.

Dan kalau menginginkan perjalanan yang lebih nyaman, pengunjung bisa naik speed boat dari Pantai Marina Ancol dengan ongkos Rp300 ribu per orang. 

Minggu, 11 November 2012

Jakarta Marine Festival 2012 Resmi Dibuka di Pulau Untung Jawa


JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Marine Festival 2012, dengan tema 'Wonderful of Thounsand Island', resmi dibuka di Pulau Untung Jawa, di Kepulauan Seribu Selatan, Sabtu (24/11/2012). Pembukaan festival dihadiri sejumlah perwakilan negara tetangga seperti Kuba, Palestina, Libia, Polandia, Amerika Serikat, Meksiko, Venezuela, dan Yaman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Ari Budiman, menyatakan festival tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pariwisata di Kepulauan Seribu. "Pulau Untung Jawa merupakan salah satu dari sekian banyak pulau wisata yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau Untung Jawa mudah diakses wisatawan," kata Ari kepada peserta acara di Pulau Untung Jawa, Sabtu (24/11/2012).

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Ahmad Ludfi menyambut baik festival yang dilakukan di pulau tersebut. "Kepulauan seribu menyambut baik Dinas Pariwisata menempatkan event skala provinsi bahkan skala internasional dengan mengundang 20 lebih duta negara asing. Mereka sangat tertarik dengan pola wisata sederhana dari masyarakat," jelas Ludfi.

Salah satu rangkaian acara pembukaan festival adalah penanaman pohon mangrove oleh para pelajar sebagai bentuk kepedulian wilayah pesisir pantai. Ada juga acara lomba Jetski, lomba memasak sea food, dan memanjat pinang. Kegiatan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta tersebut merupakan yang pertama kali dilangsungkan di Kepulauan Seribu.